Profil KIA

Strategi Pembangunan Kesehatan menuju indonesia sehat 2010 mengisyaratkan bahwa pembangunan kesehatan ditujukan pada upaya menyehatkan bangsa. Indikator keberhasilannya antara lain ditentukan oleh angka mortalitas dan morbiditas, angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Berdasarkan data yang tersedia, dapat diidentifikasi bahwa kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi baru lahir di Sulawesi Tengah erat kaitannya dengan kesehatan ibu hamil yang juga akumulasi masalah perilaku, mutu pelayanan kesehatan, status gizi, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi dan juga masalah sosial budaya. Rawannya derajat kesehatan ibu memberi dampak yang bukan terbatas pada kesehatan ibu saja. Hal ini juga berpengaruh secara langsung terhadap janin / bayi pada minggu pertama kehidupannya ( Perinatal ).

Dengan demikian, upaya peningkatan kesehatan ibu perlu mendapat perhatian khusus. SDKI tahun 1997 dari tahun 2003 menunjukkan bahwa terdapat penurunan AKI dari 334 per 100 ribu KH menjadi 307per 100 ribu Meskipun telah terjadi penurunan AKI dan Kematian Bayi dan Anak namun AKI dan Kematian BBL masih tinggi. Cakupan Angka Kematian Ibu pada tahun 2010 adalah:
– Menurunkan AKI menjadi 125 per 100.000 KH
– Menurunkan angka kematian neonatal menjadi 15 per 1000 KH.

Untuk mencapai target yang telah di tetapkan tersebut digunakan pendekatan baru yaitu Making Pregnancy Safer (MPS) dengan 3 fokus kegiatan (pesan kunci) :

 

  1. setiap persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan terlatih,
  2. setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat,
  3. setiap Wanita Usia Subur (WUS) mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran.

Komplikasi dalam kehamilan dan persalinan tidak selalu dapat diduga atau diramalkan sebelumnya sehingga ibu hamil harus sedekat mungkin pada sarana pelayanan obstetri emergency dasar. Penyebab utama kematian Ibu adalah Perdarahan, Infeksi, Eklampsi, Partus lama dan Komplikasi Abortus. Perdarahan merupakan sebab kematian utama. Dengan demikian sangat pentingnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan karena sebagian besar komplikasi terjadi pada saat sekitar persalinan, sedang sebab utama kematian bayi baru lahir adalah Asfiksia, Infeksi dan Hipotermi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Selama kurun waktu 20 tahun angka kematian bayi (AKB) telah diturunkan secara tajam, namun AKB menurut SDKI 2002-2003 adalah 35 per 1000 KH. Angka tersebut masih tinggi dan saat ini mengalami penurunan secara lambat. Dalam Rencana Pembangunan jangka panjang Menengah Nasional (RPJMN) salah satu sasarannya adalah menurunkan AKB dari 35 1000 KH menjadi 26 per 1000 KH pada tahun 2009. Oleh karena itu perlu dilakukan intervensi terhadap masalah-masalah penyebab kematian bayi untuk mendukung upaya percepatan penurunan AKB di indonesia.

Upaya peningkatan derajat kesehatan keluarga dilakukan melalui program pembinaan kesehatan keluarga yang meliputi upaya peningkatan kesehatan Ibu dan Bayi, Anak Pra Sekolah dan Anak Usia Sekolah, Kesehatan Reproduksi Remaja, dan Kesehatan Usia Subur. Era Desentralisasi menurut pengelola program di Kabupaten / Kota untuk lebih proaktif didalam mengembangkan program yang mempunyai daya ungkit dalam akselerasi penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sesuai situasi dan kemampuan daerah masing-masing mengingat AKI dan AKB merupakan salah satu indikator penting keberhasilan program kesehatan Indonesia.

Berbagai permasalahan kesehatan anak prasekolah, usia sekolah dan kesehatan remaja yang semakin kompleks yang meliputi kesehatan reproduksi remaja, masalah penyalagunaan narkotik dan zat adiktif lainnya merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh program Kesehatan Keluarga. Diharapkan melalui kegitan-kegiatan yang dilaksanakan dapat memperluas cakupan pelayanan yang pada akhirnya dapat meningkatkan status Kesehatan keluarga secara khusus dan masyarakat pada umumnya.

Hasil Pencapaian Kesehatan Ibu dan Anak Tahun 2006

Pelayanan Antenatal

Pada tahun 2006, di Propinsi Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa cakupan K1 secara keseluruhan sebesar 86,3% cakupan ini mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2005, 88,1% dan belum mencapai target 90%, K1 kisaran tertinggi Kota Palu sebasar 98,1% dan kisaran Terendah Kabupaten Tojo Una-una 75,5%. Sedangkan cakupan K4 secara keseluruhan sebesar 77,0%, hal ini bila dibandingkan tahun 2005 (80,2%). K4 dengan kisaran tertinggi Kota Palu sebesar 88,1% dan terendah Kabupaten Tojo una-una 63,1% Untuk target propinsi sebesar 82,2%. Dari hal tersebut diatas bahwa terjadi penurunan cakupan.

Dari Kedua indikator pelayanan Antenatal K1 dan K4 tersebut secara propinsi masih tingginya ibu hamil yang tidak melakukan ANC (K1) dan pemeriksaan ulang (K4), ini disebabkan kerena masih rendahnya pengetahuan ibu hamil akan pentingnya pemeriksaan ANC kefasilitas pelayanan kesehatan atau masyarakat yang kurang puas dengan kualitas pelayanan petugas, disisi lain faktor yang mendukung hal tersebut diatas adalah distribusi bidan dikabupaten/Kota yang tidak merata, juga adanya mutasi atau perpindahan karena pengangkatan PNS/ mengikuti suami.

Untuk mencapai indikator pelayanan ANC tersebut diharapkan adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat yang secara sukarela berperan aktif. Disamping itu peranan petugas atau Bidan yang ada di Desa kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan perlu ditingkatkan terutama kabupaten cakupannya yang masih rendah

Deteksi resiko tinggi Ibu Hamil

Deteksi resiko tinggi Ibu hamil dapat dibedakan menjadi dua yaitu deteksi resiko tinggi oleh tenaga kesehatan dan oleh Masyarakat. Cakupan deteksi Risti Oleh Nakes di propinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2006 sebesar 13,2% dan oleh masyarakat 4,4% . Dari indikator ini untuk propinsi sulawesi Tengah masih dibawah terget. Hal ini memberikan gambaran pelayanan kesehatan di propinsi Sulawesi Tengah cukup baik.

Pertolongan Persalinan oleh Tenaga kesehatan

Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Propinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2006 sebesar 77,5% hal ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2005 75,7% . Kisaran tertinggi di Kabupaten parigi Moutong sebesar 91% dan Kisaran terendah di kabupaten Tojo Una-una sebesar 59%. Untuk target propinsi sulawesi tengah tahun 2006 sebesar 70%.

Dari cakupan pelayanan tersebut diatas secara propinsi telah mencapai target namun masih ada Kabupaten yang cakupan persalinan Nakes masih rendah. Hal ini mengambarkan kualitas pelayanan kesehatan terhadap masyarakat semakin membaik. Dan dukungan masyarakat tentang persalinan oleh tenaga kesehatan sangat baik.

Rujukan kasus Resiko Tinggi pada ibu Hamil

Kasus ibu hamil resiko tinggi yang dirujuk tahun 2006 di propinsi Sulawesi tengah sebesar 14,6%, dengan kisar tertinggi Kabupaten parigi Moutong 28,4% dan yang terendah Kabupaten Banggai Kepuluan 2,4% Target propinsi Sulawesi Tengah sebesar 70%. Hal ini memberikan gambaran bagi kita adanya cakupan program dibawah target, yang disebabkan Pelaksanaan sistem rujukan oleh tenaga kesehatan dan masyarakat belum optimal. Sedangkan resiko tinggi pada ibu hamil merupakan penyebab erat dengan kematian ibu yang harus dirujuk.

Pemeriksaan Bayi Baru Lahir (Neonatal), Bayi dan Balita

Kunjungan neonatal (KN) adalah presentase neonatal (bayi kurang dari satu bulan) yang memperoleh pelayanan kesehatan minimal dua kali dari tenaga kesehatan. Satu kali umur 0-7 hari dan satu kali 8-28 hari, ini dilakukan untuk memantau kesehatan bayi sehingga bila terjadi masalah dapat segera diidentifikasi seperti bayi mengalami kesulitan untuk menyusui, tidak BAB dalam 48 jam, iktrus yang timbul pada hari pertama, kemudian tali pusat merah atau bengkak/ keluar cairan dari tali pusat, bayi demam lebih 37,5 C sehingga keadaan ini harus segera dilakukan rujukan.

Pada kunjungan neonatal dapat mengetahui kesehatan ibu seperti involusi uterus, periksa lochia masalah pemberian ASI pada bayi serta penyuluhan bagi ibu dan keluarga tentang pentingnya Keluarga Berencana. Cakupan kunjungan neonatal pada tahun 2006 di propinsi Sulawesi Tengah untuk KN1 = 86,3% dengan kisaran tertinggi di Kabupaten Parigi Moutong sebesar 90,3% dan yang terendah di Kabupaten Tojo Una-una sebesar 69,44%. Untuk target pencapain Sulawesi Tengah pada Tahun 2006 sebesar 70 %. Bila dibandingkan dengan cakupan KN2 untuk propinsi Sulawesi tengah sebesar 79 % kisaran tertinggi di Kota Palu sebesar 88,2% dan yang terendah di Kabupaten Banggai Kepulauan sebesar 53,3%. Secara keseluruhan baik KN1 maupun KN2 di Sulawesi Tengah telah mencapai target propinsi.

Neonatal Resiko Tinggi yang Ditangani

Cakupan neonatal resiko tinggi yang ditangani pada tahun 2006 di propinsi Sulawesi Tengah sebesar 30,7%, dengan kisaran tertinggi di kabupaten Donggala sebesar 97 %, dan kisaran terendah di kabupaten Tojo Una-Una sebesar 0,9%. Target pencapaian propinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2006 sebesar 50 %.

Dari data tersebut di atas dapat dilihat bahwa baru satu kabupaten yang mencapai target. Kabupaten/kota belum mencapai target hal ini disebabkan kurangnya sistem pelopran yang dipahami oleh bidan desa / Pengelola KIA Kabupaten/ Puskesmas/Bidan desa tentang penanganan kasus resiko tinggi pada neonatal dan disamping itu kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan, sedangkan resiko tinggi pada neonatal merupakan penyebab kamatian bayi yang harus dirujuk ke Rumah sakit yang mampu menanganinya.

Pelayanan Kesehatan Bayi 1 Bulan – 1 Tahun

Cakupan bayi sehat baru secara Propinsi 13.228 jiwa. Kisaran yang tertinggi pada Kota sebesar 4070 jiwa dan tiga Kabupaten yang tidak mempunyai data hal ini menggambarkan bahwa mempengaruhi cakupan propinsi.

Pelayanan Kesehatan Balita

Kunjungan balita sehat secara propinsi sebesar 140776 jiwa, kisaran tertinggi pada Kota Palu dan kisaran terendah Kabupaten, Donggala, Toli-Toli dan Banggai hal disebabkan kerena ketiga kabupaten tersebut tidak mempunyai data. Hal tersebut menggambarkan bahwa sistem pelaporan ditingkat Puskesmas sampai dengan Kabupaten belum optimal.
Kunjungan pelayanan Balita sakit secara propinsi sebasar 54.366 jiwa kisaran tertinggi adalah Kota palu dan kisaran terendah ada 2 kabupaten yang tidak mengirim laporannya.

Pelayanan Kesehatan Prasekolah

Kunjungan pelayanan prasekolah secara propinsi sebesar 30566 jiwa dengan kisaran tertinggi Kabupaten Boul 9580 jiwa dan yang terendah Kabupaten Banggai Kepulauan sebesar 454 jiwa dan satu kabupaten yang tidak mesaukan laporannya.
Kunjungan prasekolah sakit baru secara propinsi 12028 jiwa, kisarn tertinggi Kota Palu sebesar 2681 jiwa dan yang terendah Kabupaten Banggai Kepulauan sebesar 224 jiwa

Angka Kematian Maternal

Angka kematian ibu (AKI) berguna untuk menggambarkan tingkat kesadaran prilaku hidup sehat, status gizi dan kesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan, tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, pelayanan kesehatan waktu melahirkan dan masa nifas. Angka kematian ibu adalah jumlah kematian hamil + jumlah kematian ibu bersalin + jumlah kematian ibu nifas per 100.000 kelahiran hidup.

Di propinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2006 terdapat kematian ibu sebesar 123 orang, hal ini terjadi peningkatan angka kematian dibandingkan pada tahun 2005 yaitu sebesar 92 orang. Penyebab kematian ibu yang tertinggi adalah perdarahan sebesar 48,8 %, disusul dengan eklampsi sebesar 17,9%.

Dari data tersebut diatas hal ini disebabkan kematian ibu masih diwarnai oleh hal-hal non teknis yang masuk kategori penyebab mendasar, seperti rendahnya status wanita, ketidak berdayaan dan taraf pendidikan yang rendah. Hal nonteknis ini ditangani oleh sektor terkait diluar sektor kesehatan, sedangkan sektor kesehatan lebih memfokuskan intervensi untuk mengatasi penyebab langsung dan tidak langsung dari kematian ibu.

Angka Kematian Bayi

Angka kematian bayi (AKB) merupakan indikator yang sangat penting utuk mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat. Faktor yang berkaitan dengan penyebab kematian bayi antara lain adalah tingkat pelayanan antenatal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program KIA, serta kondisi lingkungan dan sosial ekonomi.
Angka kematian Bayi di Sulawesi Tengah telah terjadi peningkatan dari tahun 2005 sebesar 260 orang sedangkan pada tahun 2006 sebesar 273 orang terjadi peningkatan sebesar 0,9%. Untuk mencapai target pada tahun 2010 diturunkan menjadi 41 per 1000 kelahiran hidup, naiknya angka kematian bayi dalam beberapa waktu teakhir ini memberikan gambaran bagi kita adanya penurunan kualitas hidup dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Peningkatan angka kematian bayi disebabkan oleh kurangnya masyarakat memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan. Disamping itu adanya faktor diluar non kesehatan yang berpengaruh besar. Antara lain adanya krisis ekonomi yang berkepanjangan, sehingga daya beli masyarakat menurun.

Untuk menurunkan angka kematian bayi, Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah melaksanakan pelayanan kesehatan sampai ke daerah-daerah terpencil, pemukiman baru dan daerah perbatasan serta ditunjang dengan program penempatan bidan di desa yang dimulai sejak tahun 1990. Penyebab Kematian yang terbesar disebabkan BBLR sebesar 39,5% disusul Asfeksia sebesar 31, 5%.

Menyimak dari hasil pembahasan diatas dari semua indikator-indikator progam Kesehatan ibu dan Anak baru Pertolongan Persalinan oleh Nakes, dan kunjungan Neonatal yang mencapai target. Deteksi Resiko Tinggi baik oleh Tenaga Kesehatan maupun dari Masyarakat , Pelayanan Neonatal (KN1 dan KN2), sedang indikator-indikator yang belum mencapai hasil sesuai target Propinsi Sulawesi Tengah yaitu : K1, K4, DRN, DRM dan kasus penanganan dan rujukan maternal dan Neonatal

  1. Cakupan ibu hamil resiko tinggi yang dirujuk tahun 2006 di propinsi Sulawesi Tengah memberikan gambaran adanya cakupan program dibawah target, yang disebabkan kasus resiko tinggi kurang di temukan oleh tenaga kesehatan dan masyarakat. Sedangkan resiko tinggi pada ibu hamil merupakan penyebab erat dengan kematian ibu yang harus dirujuk.
  2. Cakupan neonatal resiko tinggi yang ditangani pada tahun 2006 di propinsi Sulawesi Tengah dapat dilihat bahwa semua kabupaten/kota belum mencapai target, hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan tentang penanganan kasus resiko tinggi pada neonatal dan disamping itu kurangnya kesadaran masyarakat dalam hal memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan, sedangkan resiko tinggi pada neonatal merupakan penyebab kamatian bayi yang harus dirujuk ke Rumah Sakit yang mampu menanganinya.
  3. Di propinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2006 terdapat peningkatan angka kematian ibu dibandingkan pada tahun 2005. Penyebab kematian ibu yang tertinggi adalah perdarahan dan eklampsi. Kematian ibu masih diwarnai oleh hal-hal non teknis yang masuk kategori penyebab mendasar, seperti rendahnya status wanita, ketidakberdayaan dan taraf pendidikan yang rendah. Hal nonteknis ini ditangani oleh sektor terkait diluar sektor kesehatan, sedangkan sektor kesehatan lebih memfokuskan intervensi untuk mengatasi penyebab langsung dan tidak langsung dari kematian ibu.
  4. Angka kematian Bayi di Sulawesi Tengah tahun 2006 telah terjadi peningkatan dibandingkan dengan tahun 2005. Penyebab Kematian yang terbesar disebabkan BBLR dan Asfiksia. Naiknya angka kematian bayi dalam beberapa waktu terakhir ini memberikan gambaran bagi kita adanya penurunan kualitas hidup dan pelayanan kesehatan masyarakat. Peningkatan angka kematian bayi disebabkan oleh kurangnya masyarakat memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan. Disamping itu adanya faktor diluar non kesehatan yang berpengaruh besar, antara lain adanya krisis ekonomi yang berkepanjangan, sehingga daya beli masyarakat menurun.

Dengan melihat hasil pencapaian dan kesimpulan tersebut diatas kami akan mmberikan saran-saran perbaikan untuk ditahun 2007 dapat di perbaiki dan ditingkatkan agar harapan yang kita inginkan dapat tercapai

  1. Memperbaiki akses pelayanan kesehatan maternal dan neonatal dengan cara pemberian pelayanan antenatal yang optimal secara menyeluruh dan terpadu, peningkatan deteksi dini resiko tinggi baik pada ibu hamil maupun pada bayi di institusi pelayanan ANC maupun di masyarakat, disamping itu pengamatannya harus secara terus menerus.
  2. Berfungsinya mekanisme rujukan dari tingkat masyarakat dan puskesmas hingga rumah sakit tempat rujukan.
  3. Adanya keseragaman dan persamaan persepsi tentang sistem pelaporan antara pengelola program kesehatan ibu dan anak yang berada di kabupaten/kota dengan pengelola yang ada di propinsi.

Tim Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Dinkes Prov. Sulteng

Anda ingin mendapatkan Profil KIA Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2006 silahkan unduh beberapa file text berikut : Bab I, Bab II, Bab III, Bab IV, Bab V.

 

8 Balasan ke Profil KIA

  1. Tyo_jogja mengatakan:

    kl boleh usul, mungkin di sulteng diperlukan :
    –> program pendampingan oleh kader pada bumil risti, balita gizi buruk

    dach..

  2. yani kusuma wardhani mengatakan:

    Sekedar saran : mungkin perlu dilakukan pendekatan kepada masyarakat supaya peran serta masyarakatnya meningkat. Diantaranya yang perlu difikirkan adalah bagaimana marketing sosial program – program kesehatan ibu dan anak yang dilakukan oleh para bidan desa/ petugas pembina desa. Untuk pencatatan dan pelaporan saya sangat setuju jika dilakukan pengutan baik dalam mekanisme maupun tatacaranya. yang tidka kalah penting adalah kebenaran dan ketepatan data yang disampaikan. data tidak benar bisa menimbulkan interprstasi dan persepsi yang salah. selamat…. Semoga sukses

  3. johan mengatakan:

    om punya softcopy kabupaten dalam angka

  4. ika mengatakan:

    i think its good. thankyou

  5. hamba Allah mengatakan:

    aq suka dengan yang ini.

  6. fitriani mengatakan:

    saran saya,supaya deteksi dini oleh nakes dan masyarakat lebih di tingkatkan lagi supaya lebih bisa mendeteksi kelainan pada ibu resiko tinggi yg kebanyakan terlambat untuk dirujuk.thank b4

  7. ramadhani mengatakan:

    saran saya, selalu perbaharui datanya setiap tahun supaya yang baca lebih update.

  8. masudin radja mengatakan:

    ya.diperbaharui
    pasti bermanfaat untuk semua
    tercatat sebagai amal ibadah
    amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: