PERTEMUAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGOLAHAN DATA KESEHATAN IBU DAN ANAK TAHUN 2007 TINGKAT PROPINSI SULAWESI TENGAH

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Anak (AKB) masih tinggi yaitu, 307 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 35/1000 kh. Target yang ditetapkan untuk dicapai pada RPJM tahun 2009 untuk AKI adalah 226 per 100.000 kh dan AKB 26/1000 kh. Dengan demikian target tersebut merupakan tantangan yang cukup berat bagi program KIA.

Sebagaian besar penyebab kematian ibu secara tidak langsung (menurut survei Kesehatan Rumah Tangga 2001 sebesar 90%) adalah komplikasi yang terjadi pada saat persalinan dan segera setelah bersalin. Penyebab tersebut dikenal dengan Trias Klasik yaitu Pendarahan (28%), eklampsia (24%) dan infeksi (11%). Sedangkan penyebab tidak langsungnya antara lain adalah ibu hamil menderita Kurang Energi Kronis (KEK) 37%, anemia (HB kurang dari 11 gr%) 40%. Kejadian anameia pada ibu hamil ini akan meningkatkan resiko terjadinya kematian ibu dibandingkan dengan ibu yang tidak anemia.

Beberapa kegiatan dalam meningkatkan upaya percepatan penurunan AKI telah diupayakan antara lain melalui peningkatan kualitas pelayanan dengan melakukan pelatihan klinis bagi pemberi pelayanan kebidanan di lapangan. Kegiatan ini merupakan implementasi dari pemenuhan terwujudnya 3 pesan kunci Making Pregnancy Safer yaitu:

  1. Setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih
  2. Setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat, dan
  3. Setiap wanita usia subur mempunyai akses terhadap pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran.

Sehubungan dengan penerapan system desentralisasi, maka pelaksanaan strategi MPS ng didaerah pun diharapkan dapat lebih terarah dan sesuai dengan permasalahan setempat. Dengan adanya variasi anatara daerah dalam hal demografi dan geografi, maka kegaiatan dalam program kesehatan ibu dan Anak (KIA) akan berbeda pula. Namun agar pelaksanaan Program KIA dapat berjalan lancer, aspek peningkatan mutu pelayanan program KIA puskesmas maupun di tingkat Kabaupaten/Kota. Peningkatan mutu program KIA juga dinilai dari besarnya cakupan program di masing-masing wilayah kerja.

Untuk itu, perlu di pantau secara terus menerus besarnya cakupan pelayanan KIA disuatu wilayah kerja, agar diperoleh gambaran yang jelas mengenai kelompok mana dalam wilayah kerja tersebut yang paling rawan. Dengan diketahuinya lokasi rewan kesehatan ibu dan anak, maka wilayah kerja tersebut dapat lebih diperhatikan dan dicarikan pemecahan masalahnya. Untuk memantau cakupan pelayanan KIA tersebut dikembangakan system Pemantau Wilayah Setempat (PWS-KIA)

Tujuan dilaksanakannya pertemuan ini untuk meningkatnya pemantauan cakupan dan pelayanan untuk setiap wilayah kerja secara terus-menerus dalam rangka meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan. Secara khusus pertemuan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang masalah-masalah yang menghambat Pelaporan data dari Kabupaten/Kota, memantau cakupan KIA yang dipilih sebagai indikator, secara teratur (bulanan) dan terus menerus untuk tiap wilayah, menilai kesenjangan anatara target yang ditetapkan dan pencapaian sebenarnya untuk tiap Kabupaten/kota, menentukan urutan wilayah prioritas yang akan ditangani srcara insentif berdasarkan besarnya kesenjangan anatara target dan pencapaian, merencanakan tindak-lanjut dengan menggunakan sumber daya yang tersedia dan yang dapat digali.

Hasil yang diharapkan setelah kegiatan ini adalah :

  1. Komitmen memantapkan dan menjamin pelaksanaan Program Kesehatan Ibu dan Anak, melalui implementasi perbaikan pelaporan data dari Kabupaten/kota.
  2. Para pemegang kebijakan dan pengelola program di tingkat kabupaten memperoleh pemahaman mengenai garis besar rangkaian kegiatan Pengolahan data dan Surveilans KIA yang akan dilaksanakan.

Model pertemuan ini berupa Presentasi General Overview rangkaian kegiatan yang akan dilakukan serta diskusi kelompok per Kabupaten/Kota, presentasi hasil PWS-KIA Kabupaten kota dan penyajian hasil diskusi.

Menurut rencana pertemuan ini dilaksanan tanggal 21 s.d 24 November 2007 bertempat Gedung Pertemuan Lokalitbang SLPV Desa Labuan – Panimba Kec. Labuan Kabupaten Donggala.

Peserta pertemuan Peningkatan Kemampuan Tim Kabupaten / Kota dalam Pertemuan Peningkatan pengolahan Data sejumlah 30 (tiga puluh) orang, terdiri dari :

  1. Peserta dari Kabupaten/Kota 20 (dua puluh) orang dari 10 Kabupaten/Kota, yang masing-masing terdiri dari 1 (satu) orang kepala Subdin yang membidangi Kesehatan Ibu dan Anak, 1 (satu) orang Pengelola Program Kesehatan ibu dan Anak, Peserta Propinsi 10 ( sepuluh ) orang dari Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah, dan instansi terkait.
  2. Narasumber berasal dari Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Tengah 8 (delapan) orang.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi :
Seksi Kesehatan Ibu dan Anak
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Jalan Undata Palu atau via email kami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: