PELATIHAN PENATALAKSANAAN KEKERASAN DAN PENELANTARAN ANAK (CAN)

Kekerasan dan penelantaran terhadap anak atau Child Abuse and neglect merupakan tindak kekerasan baik kekerasan fisik, emosional, seksual maupun penelantaran pada anak. Menurut undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang dimaksud dengan anak adalah sejak janin dalam kandungan sampai usia 18 tahun. Belum ada data yang akurat tentang kekerasan dan pelanggaran hak-hak anak di Indonesia, namun dari hasil kajian oleh UNICEF tahun 2003 menunjukkan adanya berbagai bentuk kasus kekerasan terhadap anak, baik yang bersifat fisik seperti ditempeleng, dipukul dengan benda keras, disundut dengan rokok, bahkan ada yang dicekik. Kasus tersebut terjadi di rumah maupun di Sekolah, sebagai hukuman bagi anak ataupun akibat luapan emosi orang tuanya.

Selain itu ditemukan pula kekerasan seksual seperti perkosaan, penelantaran anak, misalnya tidak diberi makan siang, dan lain-lainnya. Melalui media cetak dan elektronik banyak diberikan berbagai kasus kekerasan terhadap anak. Adanya gambaran kasus-kasus tersebut merupakan fenomena gunung es yang mengidentifikasikan bahwa masalah kekerasan dan penelantaran anak di Indonesia sudah sepatutnya menjadi perhatian semua pihak terkait secara serius.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak bertujuan untuk menjamin terpanuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan deskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera.

Terkait dengan Undang-Undang tersebut, salah satu dampak kekerasan dan penelantaran anak adalah menyangkut masalah kesehatannya baik fisik maupun psikologis yang tentu saja mengganggu proses tumbuh kembang dan kelangsungan hidup anak. Departemen kesehatan bersama dengan UNICEF dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah menyususn Buku Pedoman Deteksi Dini, Pelaopan dan Rujukan Kasus Kekerasan dan Penelantaran Anak bagi Tenaga Kesehatan. Tenaga Kesehatan seringkali menjadi pihak pertama yang menemukan kasus-kasus Child abuse and neglect (CAN), baik pada saat ia melakukan prakteknya di institusi kesehatan, di tempat praktek pribadi atau juga pada saat melakukan kunjungan lapangan. Oleh karena itu tenaga kesehatan perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam penatalaksanaan korban kekerasan termasuk sistem rujukan dan pelaporannya melalui suatu pelatihan yang diselenggarakan secara berjenjang.

Tujuan dilaksanakannya pelatihan ini ialah dipahaminya Pedoman Deteksi Dini, Palporan dan Rujukan Kasus Kekerasan dan Penelantaran Anak bagi tenaga kesehatan dan diperolehnya Penanggung jawab pelatihan dan fasilitator yang mampu menyelenggarakan dan menfasilitasi pelatihan Deteksi Dini, Pelaporan dan Rujukan Kasus Kekerasan dan Penelantaran Anak.

Peserta Pelatihan Penatalaksanaan Kekerasan dan Penelantaran Anak (CAN) Tingkat Propinsi Sulawesi Tengah sebanyak 43 (empat puluh tiga) orang yang terdiri dari Peserta Propinsi sebanyak 10 orang yaitu 1 (satu) orang dokter dari RS Undata Palu, 1 (satu) orang dokter dari RS Anutapura Palu, 1 (satu) orang dokter dari RS Madani Palu, 1 (satu) orang dokter dari RS Wirabuana, 1 (satu) orang dokter dari RS Bhayangkara, 1 (satu) orang dari LPA Propinsi Sulawesi Tengah, 4 (tiga) orang staf dari Dinas Kesehatan Prop. Sulteng.

Peserta Kota Palu sebanyak 4 (empat) orang masing-masing dari 2 (dua) Puskesmas yang dipilih Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, yaitu 2 (dua) orang Kepala Puskesmas atau Dokter Umum dilingkungan puskesman, 2 (dua) orang Bidan atau Perawat Pengelola yang membidangi Kesehatan Keluarga Ibu dan Anak di lingkungan puskesmas.

Peserta Kabupaten sebanyak 18 (delapan belas) orang terdiri dari masing-masing 2 (dua) orang dari 9 (sembilan) kabupaten yaitu 1 (satu) orang Kepala Puskesmas atau Dokter Umum dilingkungan puskesmas yang telah ditunjuk langsung oleh kepala Dinas Kabupaten, 1 (satu) orang Bidan/Perawat pengelola yang membidangi Kesehatan Keluarga Ibu dan Anak yang di lingkungan Puskesmas

Fasilitator dalam pelatihan ini diantaranya, dr. Penina Regina Bebena, MPHM (Kasubdit Bina Kesehatan Anak Khusus), dr. Suldiah, Sp. A (Rumah Sakit Undata Palu), dr. Fery Baan, M. Kes. (Dinas Kesehatan Prop. Sulteng), Sofyan F. Lembah, SH, MH. (Ketua LPA Prop. Sulteng), Delly Londah, SKM, M. Kes. (Dinas Kesehatan Prop. Sulteng), Margaretha Lantang, SKM (Widyaiswara Bapelkes Palu).

Menurut rencana kegiatan Pelatihan Penatalaksanaan Kekerasan dan Penelantaran Anak (CAN) tingkat Propinsi Sulawesi Tengah dilaksanakan pada tanggal 21 s/d. 24 Nopember 2007, bertempat Gedung pertemuan Lokalitbang SLPV Desa Labuan Panimba Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala.

 

 

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi :
Seksi Kesehatan Ibu dan Anak
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Jalan Undata Palu atau via email kami

Satu Balasan ke PELATIHAN PENATALAKSANAAN KEKERASAN DAN PENELANTARAN ANAK (CAN)

  1. bcn mengatakan:

    Thanks for sharing your thoughts about lpa.
    Regards

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: